|
Bisnis Kepiting Terkendala Minim Bibit Dan Pembesaran |
|
Oleh Wagino
|
|
Kamis, 06 Desember 2012 07:16 |
|
CILACAP, (CIMED) – Tingginya peminat kepiting membuat bisnis olahan kepiting di Indonesia tumbuh pesat. Namun saat ini terkendala minimnya bibit dan proses pembesaran kepiting, tak jarang pasokan ke sejumlah restoran atau rumah makan tersendat.
Melihat peluang bisnis yang sangat prospektif ini perlu adanya pemberdayaan dan pengolahan kepiting terhadap masyarakat. Seperti yang dilakukan Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap terhadap warga khususnya yang berada di ring satu pabrik.
Bertempat di Gedung Persatuan Wanita Patra Pertamina, menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Pelatihan Budidaya dan Olahan Kepiting”. Pelatihan diikuti 50 mitra binaan dari kelompok Krida Wana Lestari, Kampunglaut dan kelompok Rekata Mustika Patra, Kelurahan Kutawaru. Pelatihan serupa dua tahun sebelumnya juga dilakukan.
Public Relations Section Head Pertamina RU IV Cilacap, Sundoro Ribudhy mengatakan, budidaya dan pengolahan kepiting ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Bidang Pemberdayaan masyarakat.
“Budidaya dan pengolahan kepiting ini, selain untuk menambah wawasan para mitra binaan, juga untuk meningkatkan kemandirian mitra binaan dalam mengolah kepiting menjadi makanan yang lezat,” kata Sundoro usai membuka pelatihan, Rabu (5/12/2012).
Menurutnya, selain dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya yang berada di ring satu, budidaya kepiting ini juga mendukung program pemerintah daerah dalam menjaga kualitas perairan di Kabupaten Cilacap khususnya.
“Sehingga dapat menimbulkan sense of belonging masyarakat lainnya dalam melestarikan keanekaraman hayati di Kabupaten Cilacap,” ujarnya.
Materi yang diberikan dalam pelatihan ini berupa presentasi (pemaparan) materi terkait budidaya dan praktek olahan kepiting yang disampaikan oleh DKP2SKSA Kabupaten Cilacap.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan dari Pertamina RU IV berupa biaya pelatihan dan bantuan modal usaha budidaya dan olahan kepiting senilai Rp 50 juta. Secara simbolis bantuan diserahkan langsung oleh Legal & General Affairs Manager RU IV Cilacap yang diwakili oleh Public Relations Section Head, Sundoro Ribudhy kepada perwakilan peserta.
Pertamina berharap melalui pelatihan ini mampu memberikan pengetahuan yang menghasilkan budidaya kepiting berkualitas baik serta inovasi olahan kepiting yang bervariasi.
Secara terpisah, salah satu peserta pelatihan asal Kampunglaut mengaku senang dapat mengikuti pelatihan. Ia mengaku selama ini kendala utama yang dihadapi dalam menggeluti usaha budidaya kepiting ini adalah modal. Modal digunakan untuk pengadaan bibit dan sarana pembesaran kepiting berupa baket. Dengan adanya bantuan dari Pertamina berupa pelatihan dan modal usaha ia berharap usahanya berkembang.
|