Peb
23
2012
Today
Iklan
Iklan
Cuaca Cilacap 21-02-2012

Hujan Sedang
Suhu : 24-320C
Angin : 5-30km/jam
Cuaca Maritim KLIK Disini
Tiga Pengedar Uang Palsu Diringkus
Oleh Wagino   
Jumat, 27 Januari 2012 12:51

CILACAP, (CIMED) – Jajaran Kepolisian Sektor Patimuan berhasil meringkus tiga orang yang diduga terlibat dalam sindikat komplotan pengedar uang palsu (upal). Dari tangan pelaku polisi berhasil menyita uang lembaran Rp 100.000 dengan total Rp 1,5 juta.

Kapolres Cilacap AKBP Rudi Darmoko melalui Kasat Reskrim AKP Guntur Saputro, mengatakan, kasus tersebut terungkap berawal dari informasi bahwa  pada 25 Januari 2012 di wilayah Sidareja dan Kedungreja ada tiga orang yang mengenderai sebuah mobil APV yang diduga membawa uang palsu.

“Mereka makan di sebuah warung makan. Ternyata diketahui uang yang digunakan untuk membayar adalah uang palsu,” kata Guntur kepada wartawan, Jum;at (27/1/2012).

Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya memerintahkan jajaran Polsek Sidareja dan Patimuan untuk mengadakan razia.

“Karena diduga kendaraan tersebut akan melintas ke wilayah Jawa Barat, kemarin Kamis (26/1/2012) diadakan rasia. Sekitar pukul 11.00 WIB mereka ditangkap,” terangnya.

Saat dirasia, didalam mobil Suzuki APV warna Silver dengan nopol B 1193 TKH itu berisi lima orang. Setelah digeledah, dari dalam tas milik NN ditemukan uang pecahan Rp 100.000 dengan total Rp 1,5 juta.

“Dari lima penumpang mobil tersebut, tiga diantaranya termasuk salah sorang perempuan diduga terlibat sebagai pengedar, ketiga pelaku itu adalah MN, AB dan NN. Sedangkan dua penumpang lainnya adalah pemilik rumah yang ditumpangi,” ungkapnya.

Para pelaku kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Cilacap, termasuk meminta keterangan kepada kedua warga Sidareja yang rumahnya digunakan untuk menginap para pelaku.

“Kami sedang melakukan pengembangan dan pemeriksaan untuk mengetahui terkait adanya tersangka-tersangka lain yang patut diduga mengetahui, mengedarkan serta menyimpan uang palsu yang lain,” jelasnya.

Menurutnya, modus yang dilakukan komplotan ini yakni dengan menukar atau pun belanja di tempat-tempat yang tidak memiliki alat scanner uang. Selain warung makan, selama menjalankan aksi di Sidareja dan Kedungreja, kompolotan ini juga berhasil mengelabuhi pedagang buah dan ayam potong.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda