Nov
01
2014
Today

Cuaca Cilacap 3-9-2014

Cerah
Suhu : 22-280C
Angin : 5-27 km/jam
Cuaca Maritim KLIK Disini

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Mantan Kabag Pemerintahan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pungli Pengangkatan Sekdes Jadi PNS
Oleh Wagino   
Kamis, 05 April 2012 11:42

CILACAP, (CIMED) – Setelah sekian lama tak terdengar, ternyata mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Cilacap, Dangir Mulyadi sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Cilacap. Dia tersandung kasus dugaan praktik pungutan liar (pungli) pengangkatan Sekdes menjadi PNS. “Dangir Mulyadi sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Edyward Kaban kepada wartawan, Rabu (4/4/2012).

Dijelaskan, saat ini pihaknya masih memeriksa para saksi. Namun, lanjut dia, ada salah satu saksi yang kini menjabat sebagai camat belum bisa memenuhi panggilan karena sedang menjalani pendidikan.

“Nanti setelah yang bersangkutan selesai pendidikan akan kita jadwal ulang untuk diperiksa. Sedang mantan Sekda Cilacap kemarin sudah kita diperiksa sebagai saksi,” jelas Kajari Cilacap.

Disinggung kemungkinan memeriksa mantan Bupati Cilacap, Kejari mengatakan belum mengarah kesana.

“Tapi nanti hasil pemeriksaan kita evaluasi lagi apakah memang dibutuhkan apa tidak dalam kasus ini. Sedangkan tersangka saat untuk sementara baru Dangir,” terangnya.

Secara terpisah, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkatnya, Dangir enggan mengomentari statusnya yang sudah menjadi tersangka.

Seperti diketahui pungli tersebut terjadi pada akhir 2008 dan awal 2009 saat pengangkatan Sekdes se-Kabupaten Cilacap menjadi PNS. Pengangkatan tersebut dilaksanakan dalam tiga tahap yakni tahap I sebanyak 124 orang, tahap II sebanyak 31 orang dan tahap III sebanyak 21 orang, jumlah seluruhnya 176 orang. Pelantikan Sekdes menjadi PNS dilaksanakan pada 3 Pebruari 2009. Dasar pengangkatan tersebut sesuai PP No.45 Tahun 2007.

Sebelum dilantik para Sekdes tahap I dikumpulkan di ruang Asisten II, mereka diberi arahan oleh Kabag Pemerintahan yang saat itu dijabat oleh DM untuk menyerahkan uang untuk syukuran sebesar Rp 5 juta. Selanjutnya uang tersebut agar diserahkan kepada Kasi Tata Pemerintahan yang saat itu dijabat RN.

Setelah uang ratusan juta tersebut terkumpul di Bagian Pemerintahan selanjutnya dibagi-bagikan ke sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap antara lain Kabag Pemerintahan (DM dan JP), Kepala BKD yang saat itu dijabat STJ dan sejumlah pejabat lain termasuk Bupati Cilacap Nonaktif Probo Yulastoro.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda