| Perbaikan Obyek Wisata Hutan Payau Tunggu Keputusan Menteri BUMN |
| Oleh Wagino |
| Minggu, 11 September 2011 15:08 |
|
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Imam Yudianto saat bincang-bincang dengan CILACAPMEDIA.com belum lama ini. Dikatakan, saat ini gerbang loket dan lahan parkir sudah dibenahi, dan itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Cilacap. Sedang fasilitas di dalam hutan payau menjadi tanggungjawab Perhutani. “Untuk perbaikan fasilitas di dalam, Perhutani sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 M. Tapi saat ini masih menunggu keputusan Menteri BUMN,” kata Imam. Disinggung kapan kemungkinan kapan obyek wisata tersebut mulai diperbaiki, Imam mengatakan, mestinya tahun ini sudah mulai.
“Jangan hanya gapura dan loket karcis yang diperbaiki, seluruh fasilitas pendukung perlu dibenahi,” harapnya. Dia menambahkan wahana yang menjadi ciri khas wisata hutan payau salah satunya adalah jembatan mesra. “Jembatan mesra sekarang sudah tidak ada lagi, bekasnya saja juga tidak ada,” imbuhnya. Seperti diketahui, pada bulan April 2011 silam, gerbang loket dan lahan parkir di lokasi wisata hutan payau sudah selesai dibangun (Baca : Wajah Baru Gerbang Wisata Hutan Payau). Saat ini tinggal menunggu perbaikan secara menyeluruh fasilitas di dalam obyek wisata yang dulu menjadi salah satu primadona kalangan muda-mudi itu. |




CILACAP, (CIMED) – Rencana renovasi menyeluruh fasilitas obyek wisata hutan payau di Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara saat ini masih menunggu keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Secara terpisah, Joko Marto (60) warga Kelurahan Tritih Kulon dan juga pegiat seni tradisional ebeg, berharap lokawisata hutan payau yang dulu menjadi primadona Kabupaten Cilacap segera dibenahi sehingga mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar seperti dulu.

