|
CILACAP, (CIMED) – Bambang Sri Wahono (BSW) menyatakan mundur dari penjaringan calon Wakil Bupati (Wabup) Cilacap yang dilakukan PDIP. Alasannya karena tidak mampu membiayai dana kampanye untuk nyalon, sebab dana yang harus dikeluarkan cukup besar. Padahal proses penjaringan sudah melewati tahap fit and proper test, tinggal menunggu hasil rekomendasi dari DPP PDIP.
“Saya sudah dikasih isyarat oleh DPC PDIP Cilacap maupun DPP PDIP harus menyediakan dana logistik kurang lebih Rp 3 milyar,” ungkap Bambang Sri Wahono kepada wartawan, Rabu (15/2/2012).
Dikatakan, jika harus langsung transfer uang sebanyak itu ke DPP PDIP, ia mengaku tidak punya.
“Yang saya punya hanya kebaikan di Cilacap dan massa saya. Dan kemanpuan saya tidak sebesar Rp 3 milyar,” terang bakal calon Wakil Bupati Cilacap yang sudah mengikuti tahapan fit and proper test di DPP PDIP pada 8 Pebruari 2012 lalu di Jakarta.
Dia membeberkan, padahal uang sebanyak itu belum termasuk untuk pembuatan baliho, aneka atribut dan kepentingan kampanye lain. Jumlahnya berkisar Rp 500 juta hingga Rp 1 milyar. Sehingga secara keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya penjaringan calon wabup hingga kampanye mencapai Rp 4 milyar.
“Dari pengeluaran sebanyak itu, keluarga saya bersedia menyiapkan dana sebesar Rp 2 milyar, namun dengan catatan 3 tahun harus kembali. Tapi setelah dihitung, ternyata tidak mungkin bisa kembali,” bebernya.
Sebab, lanjut dia, setelah dihitung-hitung dengan menjabat sebagai wabup dirinya hanya mengantongi Rp 20 juta per bulan.
“Kali 12 bulan jumlahnya Rp 240 juta, dikalikan 5 kali (5 tahun, red). Praktis selama 5 tahun menjabat pendapatan saya Rp 1,2 milyar. Sehingga, kalau harus mengembalikan Rp 2 milyar selama tiga tahun jelas tidak bisa,” rinci Bambang.
Dengan adanya biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 4 milyar, Bambang memilih mundur dari penjaringan.
“Lebih baik saya pilih mundur,” tegas Bambang.
Ditanya apakah sudah resmi menyatakan mundur? Bambang mengatakan saat ini memang baru secara lisan menyatakan mundur, termasuk kepada timnya.
“Memang belum banyak yang tahu kalau saya mundur, tapi saya sudah bicara kepada tim saya yakni P4 (dulunya Paguyuban Pengusaha Pendukung Probo,red). Minggu depan saya mengajukan surat resmi penguduran diri dari pencalonan,” tandasnya.
Menurutnya, tim dan juga kawan dekatnya pun menyarankan agar mundur saja.
“Sudahlah pak Bambang tidak usah ngoyo, dari pada nanti uang Rp 3 milyar sudah terlanjur masuk ke DPP ternyata kalah (tidak mendapat rekomendasi dari DPP). Duit hilang begitu saja,” ujar sosok advokat kondang di Cilacap ini menirukan ucapan timnya.
Untuk itu, dia menegaskan, minggu depan dia akan membuat surat resmi ditujukan kepada DPC dan DPP PDIP untuk mengundurkan diri.
“Dengan alasan tidak mampu untuk membiayai dana kampanye dan sebagainya,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sosok BSW mengikuti penjaringan bakal wakil Bupati pada Pilbup 2012 mendatang melalui PDIP bersaing dengan sembilan balon wabup lainnya.
|