| Tuntut Kesejahteraan, Ratusan Karyawan PT ISN Mogok Massal |
| Oleh Wagino |
| Kamis, 20 Nopember 2008 09:32 |
|
Aksi mogok kerja tersebut diisi dengan mengadakan doa bersama di aula milik pabrik pemintalan yang berada di jalan Kyai Kendil Wesi tersebut. Diikuti sebagian karyawan yang sengaja datang ditambah karyawan usai shift malam. Sekretaris II Serikat Pekerja PUK, Triyono, mengatakan bahwa, aksi mogok kerja akan terus dilakukan sepanjang pihak direksi belum memenuhi tuntutan. “Sebelum ada kata sepakat dengan pihak direksi, kita akan terus mogok kerja,” kata Triyono. Dia menjelaskan, aksi mogok dilakukan lantaran keluhan dan tuntutan dari karyawan selama ini tidak pernah dipenuhi. Tuntutan itu diantaranya, lanjut dia, dibayarkannya potongan premi asuransi DGKL dan dana pension yang berasal dari karyawan kepada instansi berwenang. “Kita juga menuntut secepatnya pembayaran pesangon dan asuransi DGKL bagi karyawan purna tugas (pension, red) yang sampai saat ini beum terbayar. Tunjangan Kerja Tahunan sebesar 50 persen sampai saat ini juga belum terbayar,” katanya. Selain itu, dia menandaskan, pihak PT ISN agar secepatnya memenuhi anjuran Depnakertrans RI sesuai Surat PPHI Ditjen PHI dan Jamsos Depnakertrans RI Nomor : B13/PHIJSK/PPHI/VIII/2008 tentang penyesuian struktur penggajian. Dia menambahkan, sebanyak 100 karyawan berangkat ke Jakarta untuk bergabung bersama karyawan PT ISN yang tersebar di beberapa kota untuk menuntut hal yang sama. “Demo ke Jakarta rencananya digelar di depan Istana Negara untuk menemui Presiden dan Wakil Presiden. Setelah itu demo juga digelar di kantor Depnakertrans dan gedung MPR,” imbuhnya. SP PUK berharap, pemerintah segera menyelesaikan tuntutan yang dikehendaki 4,300 orang karyawan PT ISN di seluruh Indonesia. “Kita menghendaki pabrik tetap berjalan, namun tuntutan karyawan juga harus diperhatikan dan dipenuhi,” harapnya. |







