Mei
22
2012
Today
Iklan
Iklan

Artikel Terkini :

article thumbnailOrang Gila

Cuaca Cilacap 21-05-2012

Hujan Ringan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-35km/jam
Cuaca Maritim KLIK Disini
Tahun 2009 Proyek JLSS Dilanjutkan Kembali
Oleh Wagino   
Selasa, 02 Desember 2008 13:35

CILACAP, (Cimed) - Proyek jalan lintas selatan-selatan (JLSS) yang menghubungkan kawasan daerah selatan Jawa Tengah khususnya di wilayah Cilacap pelaksanaannya masih terputus-putus. Tahap awal JLSS di wilayah Cilacap Barat yang dimulai dari Rawa Apu, Kecamatan Patimuan baru terbangun sepanjang 400 meter, sedang di Cilacap Timur, yang dimulai dari Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala hingga perbatasan Kebumen baru terbangun sepanjang 6 kilometer.

“Tahun 2009 pembangunan JLSS di wilayah Cilacap Barat akan dilanjutkan kembali. Anggaran untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut berasal dari dana APBD Jateng dan APBN,” kata kata Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Dinas Bina Marga Provinsi Jateng Wilayah Cilacap, Priyono, Selasa (2/12).

Dia menjelaskan, alokasi dana APBD Jateng tersebut untuk membangun sepanjang 300 meter, melajutkan jalan yang sudah dibangun sebelumnya yang dimulai dari Rawaapu, Kecamatan Patimuan menuju arah Kedungreja. Sedang dana APBN, kata dia, untuk membangun jalan kurang lebih 2 kilometer yang di mulai dari Desa Tambakreja, Kecamatan Kedungreja kearah Patimuan.

“Jadi pada tahun 2009 ruas JLSS yang dibangun sepanjang 2,3 kilometer dan hanya di wilayah barat saja. Sedang diwilayah Cilacap Timur masih menunggu anggaran,” jelasnya.

Dengan demikian, kata dia, nantinya secara bertahap ruas jalan JLSS dari arah Patimuan dan Kedungreja akan tersambung. Pada ruas tersebut, tambah dia, lahan yang sudah dibebaskan sekitar 13 kilometer.

Disinggung berapa besar anggaran yang berasal dari APBD I dan APBN untuk JLSS sepanjang 2,3 kilometer tersebut, Priyono belum bisa menyebutkan karena saat ini masih dalam proses tender.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, ruas jalan JLSS yang dibangun di wilayah Cilacap Barat tersebut selebar 24 meter, meliputi empat lajur yang terbagi menjadi dua jalur masing-masing selebar 7 meter yang dipisahkan median (pembatas) selebar satu meter.

Pembangunan jaringan jalan selatan-selatan tersebut untuk mengurangi kesenjangan antara wilayah selatan dengan pantai utara Jateng. Apabila proyek selesai, diharapkan perkembangan perekonomian masyarakat di kawasan pantai selatan Jawa meningkat dan mengurangi beban kepadatan lalu lintas di jalur pantura.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda