Mei
22
2012
Today
Iklan
Iklan

Artikel Terkini :

article thumbnailOrang Gila

Cuaca Cilacap 21-05-2012

Hujan Ringan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-35km/jam
Cuaca Maritim KLIK Disini

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Musibah Dan Bencana Alam ; Sebuah Refleksi Kehidupan! Cetak E-mail
Senin, 04 April 2011 14:45

Bencana lagi, bencana lagi. Kemarin kebakaran kilang Pertamina, ehh… sekarang dilanda gempa. Berita miris nan menggetarkan tersebut, akhir-akhir ini begitu akrab di panca indra kita. Dimanakah terjadinya? Lokusnya di kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, di sebidang tanah yang merupakan bagian kecil dari persada jamrud khatulistiwa.

Ketika kita menyaksikan bahkan mengalami sendiri peristiwa demi peristiwa tersebut, sudah pasti membuat kita sedih, iba, ketakutan dan tidak berdaya. Melihat realitas saat ini, kita jangan lupa melirik historikal kehidupan. Wacana ini penting untuk menganalisis sejumlah gejala alam. Peristiwa masa lalu dalam sejarah selalu berkolerasi dengan masa sekarang. Namun yang berbeda adalah goresan dan cuplikan waktu, ruang dan tempat. Demikian pula dengan musibah dan bencana alam, seolah saling berlomba dengan waktu yang tersisa dan silih berganti dalam lingkup, bentuk, jenis atau wajah yang beragam.

Musibah dalam realitas sosial dimengerti sebagai suatu kondisi yang tidak menyenangkan. Dalam istilah bahasa arab, musibah berasal dari kata ashaba, yang berarti suatu keadaan yang mengenai seseorang, baik sesuatu yang menyenangkan maupun sesuatu yang tidak menyenangkan. Misalnya, kehilangan dompet, kemalingan, kecelakan lalu lintas, meninggal anggota keluarga atau orang yang dicintai, dan lainnya. Di sisi lain, ketika seseorang mendapat promosi jabatan baru, kenaikan pangkat, juga dimaknai sebagai ‘musibah’ oleh orang yang beriman, karena tanggung jawab terhadap apa yang dimilikinya itu bertambah besar.

Sementara bencana alam, merupakan fenomena alamiah yang menampilkan diri dalam bentuk amukan yang ganas. Menurut kamus wikipedia, bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami dan manusia. Contoh bencana alam, diantaranya; letusan gunung, gempa bumi, tsunami, angin topan, dan badai salju. Sedangkan kebakaran hutan, longsornya bukit, kebakaran pertamina, dan meluapnya ‘tinja’ Lapindo, bukanlah bencana alam, namun peristiwa ini diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

Merunut fenomena semacam ini, sesungguhnya manusia semakin menyadari bahwa usia dunia ini sudah tua, umur dunia ini tidak panjang lagi atau realitas sosial hampir berakhir. Musibah dan bencana alam silih berganti dan terlihat dimana-mana di dunia. Sebut saja di negeri ini yang masih segar dalam ingatan adalah gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Nias, gempa bumi di Sumatra Barat, banjir Wasior Papua, muntahan asap panas dan letusan gunung merapi Jogja, tsunami Mentawai. Semuanya memakan korban jiwa, kehingan harta benda dan menghancurkan sejumlah permukiman penduduk, serta memporak-porandakan sarana infrastruktur lainnya.

Namun apa dikata, memang musibah dan bencana tidak bisa diprediksikan kapan datang dan berakhir. Tapi yang pasti musibah dan bencana selalu mengintai realitas ini tanpa mengenal waktu dan ruang. Hal yang bisa kita sekarang adalah bagaimana kita dapat mempersiapkan diri secara mantap dengan cara meningkatkan dan mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Terakhir, mari kita lihat firman-Nya dalam kitab: “Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada di diami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebahagian kecil. Dan Kami adalah pewaris(nya)” [al-qosos : 58].

Melihat kesesuaian itu, mungkin kita akan merasa ganjil. Tapi memang perbuatan kita ini sudah membuat bumi makin berat oleh tingkah laku kita, pemimpin di negeri kita, ustadz kita, guru kita, orang kaya, orang miskin, semuanya sama. Wallohu’alam!!!

Ditulis oleh Nana Suryana

Penulis adalah warga Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda