Mei
20
2013
Today
Iklan

Cuaca Cilacap 06-05-2013

Hujan
Suhu : 25-320C
Angin : 5-27km/jam
Cuaca Maritim KLIK Disini

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Kemenangan Dramatis Tatto-Edi Dalam Pilkada Cilacap, Elegan Dan Njawani. Cetak E-mail
Selasa, 11 September 2012 12:54

"Semoga Tetap Berpegang Pada Falsafah Jawa : Nglurug Tanpo Bolo, Menang Tanpa Ngasorake"

Sungguh mengejutkan. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Cilacap Nomor Urut Dua, H. Tatto Suwarto Pamuji – H. Ahmad Edi Susanto, ST., memperoleh kemenangan secara mengejutkan dalam Pilkada Cilacap yang dihelat tanggal 9 September 2012.

Mengapa mengejutkan..? Karena pasangan ini, walaupun digawangi incumbent, H. Tatto Suwarto Pamuji yang saat ini masih menjabat Bupati Cilacap, namun secara perhitungan di atas kertas sangat tidak diunggulkan. Betapa tidak, lawannya, Hj. Novita Wijayanti, SE. MM.-H. Moch Muslih, MM, Memang diunggulkan dalam segala hal. Pasangan ini mendapatkan dukungan mutlak dari Partai Politik yang ada. Tercatat ada sembilan Partai Politik yang memberikan dukungan resmi kepada pasangan ini, dengan persentase kemenangan yang fantastis, 66 % kursi di DPRD Cilacap, sementara pasangan Nomor Urut 2, Tatto-Edy, dengan jargon Koalisi Besarnya, hanya didukung Partai Golkar dan PAN, dengan suara 34% suara di DPRD Cilacap. Belum lagi kepiawaian Ketua DPRD Cilacap, H. Fran Lukman yang selama ini malang melintang di dunia persilatan politik Cilacap, dengan segala strategi yang sudah kian lama teruji.

Kompetisi politik yang very-very hight competition, atau kompetisi yang super ketat ini, atau bahkan hyper competition, atau kompetisi yang sudah luar biasa hebatnya, yang sudah pol-polan. Sudah gila-gilaan. Yang penting menang. Yang penting mendapatkan yang kita mau. Caranya bagaimana sudah tidak lagi menjadi pertimbangan. Ada yang menginjak, menohok, bahkan nyaris saling membunuh, paling tidak, pembunuhan karakter (character assasination), ada yang pakai black campaign, kampanye hitam, bahkan diyakini ada yang pakai black magic, atau dukun ilmu hitam. Sungguh Gila-gilaan.

Untungnya,di tengah “kegilaan” kompetisi tersebut, masih ada orang yang memilih berkompetisi secara wajar, fair, berdasarkan kompetensi dan prestasi. Kompetisi ya kompetisi, namun pakai cara yang baik dong. Mau menang ya boleh saja, semua orang juga pingin menang, tapi yang fair dong. Kalu menang ya harus elegan. Kalau bisa, kita win-win saja lah. I’m happy, you are happy (ini dalam konotasi positif loh ya…). Tapi kalau memang harus ada yang kalah, kita tetap harus menjaga martabat yang kalah.

Pilihan Rakyat Cilacap untuk Pasangan Tatto-Edi, dengan kemenangan sesuai hasil quick count KPU Cilacap, 64% suara, dan suara Novita-Muslih yang hanya 36% suara, adalah logika terbalik dari perolehan suara Partai Politik, dan bukti bahwa rakyat tidak bisa dibohongi, tidak mempan diintimidasi, tidak mempan dengan aneka iming-iming dan janji politik semata, tetapi ada kesadaran nurani, bahwa perbaikan Cilacap jauh lebih penting daripada mengikuti kehendak beberapa elit partai politik pengusung Novita-Muslich.

Kearifan lokal jawa mengajarkan kita agar dalam berkompetisi bisa “nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasorake”. Nglurug artinya adalah penyerangan besar-besaran, penyerangan yang proaktif, penyerangan yang berani mendatangi lawan. Tanpo artinya tanpa, sedangkan bolo artinya adalah pasukan, atau teman, atau orang lain. Jadi nglurug tanpa bolo dapat diterjemahkan secara umum sebagai mendatangi lawan dengan tidak melibatkan orang lain. Sedangkan menang tanpo ngasorake dapat diterjemahkan secara umum dengan menang tanpa mengalahkan, atau menang tanpa ada yang merasa dihinakan. Apa maknanya dalam dunia perpolitikan saat ini?

Nglurug Tanpo Bolo

Kata nglurug mengandung arti adanya gerakan besar, adanya semangat mengalahkan bersama-sama, adanya langkah yang mantap, heroik, dengan semangat luar biasa. Kalau diterjemahkan dalam dunia kerja saat ini, kata nglurug bisa diartikan dengan semangat memenangkan persaingan, semangat mengalahkan hambatan, tantangan, dan rintangan yang dapat mengganggu kita mendapatkan apa yang kita mau. Ini berkaitan dengan kemauan luar biasa sebagai the winner! Pemenang!

Karena besarnya kamauan untuk menang itu maka dalam persaingan kerja sering kita temui bahwa untuk mendapatkan apa yang mereka mau, orang menghalalkan berbagai cara. Kalau perlu dengan cara memfitnah, membunuh karakter orang lain, atau cara-cara tidak terpuji lainnya. Cara-cara seperti inilah yang tidak dianjurkan dalam kearifan lokal jawa.

Kearifan lokal jawa mengajarkan kita bahwa kalau mau menang kita harus bermodalkan niat baik, cara-cara yang baik, proses yang baik, sehingga nanti hasilnya juga baik. Istilah jawanya adalah sing bener lan kebeneran, yaitu dengan cara yang benar dan mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan, yang akan berakibat baik bagi kita. Pemenang yang baik adalah ‘orang baik’ yang menjadi pemenang.

Mengapa tanpo bolo? Apakah tidak boleh kita mencapai tujuan melalui orang lain? Nah ini yang perlu diluruskan. Tanpo bolo di sini adalah tanpa mengorbankan orang lain untuk mencapai tujuan kita. Tidak jarang kita dapati orang yang kasak-kusuk menjelek-jelekkan orang lain sehingga akhirnya ada gerakan masal untuk menghancurkan karakter seseorang. Disini seseorang untuk mencapai tujuannya “memanfaatkan” orang lain dalam konotasi “mengorbankan” orang lain tersebut. Bahkan ada yang lebih licik lagi, yaitu membiarkan orang lain yang berbuat kejahatan sedangkan ia sediri bersembunyi. Lempar batu sembunyi tangan.

Untuk memenangkan persaingan saat ini bahkan ada yang sudah dengan cara jaman bar-bar. Kalau perlu dengan membunuh. Membunuh beneran, sampai lawan mati. Meninggal dunia. Jadi, mereka menggunakan cara-cara seperti cara mafia. Seperti film action saja. Ini jelas ditentang habis-habisan dalam kearifan local jawa. Jangankan membunuh, saat kita bersaing sehatpun kita dianjurkan untuk menang tanpa ada yang merasa dikalahkan, menang tanpo ngasorake.

Menang Tanpo Ngasorake

Mana bisa ada orang yang menang tanpa ada yang kalah? Bukannya kemenangan ada karena ada kekalahan? Kalau gak ada yang kalah, trus mengapa harus ada yang menang? Kembali lagi kearifan lokal jawa mengajarkan kita sesuatu yang agung, yang mengandung kebesaran jiwa. Jangan mempermalukan orang lain walaupun mereka kalah. Bantulah yang kalah untuk menemukan alasan bahwa ia pun sebenarnya menang. Hanya saja menang dalam hal lain.

Menang tanpa mengalahkan mengandung beberapa pesan yang mendalam. Yang pertama, kita dianjurkan untuk berkompetisi secara sehat (fair competition). Kompetisi yang sehat akan membangun perasaan iklas bila menang maupun kalah. Saat kita bermain tenis yang dilakukan dengan rule of the game yang semestinya, kita tentunya akan ikhlas kalau misalnya permainan dimenangkan oleh lawan permainan kita. Tinggal bilang “you are great, I’ll do better next time” sambil bersalaman saat kita kalah, dan kemudian kita happy. Kalau kita dalam posisi menang juga tinggal bilang “Anda hebat hari ini, cuma saya yang hari ini lebih beruntung”. Coba lihat, dalam keadaan persaingan sehat seperti itu pantaskah kita sakit hati? Tidak kan? Yang penting happy kan? Jadi yang kalah senang, dan yang menang lebih senang. Dua-duanya senang. Kuncinya? Sekali lagi, kompetisi yang sehat!

Pesan yang ke dua dari menang tanpo ngasorake adalah agar kita menyadari bahwa tidak ada kemenangan yang abadi. Konsekuensinya tentu saja tidak ada kekalahan yang abadi pula. Kalau sekarang kita menang, mungkin saja suatu saat kita kalah. Kalau sekarang kita kalah, mungkin saja suatu saat kita akan menang. Jadi, yang menang tidak perlu sombong dan yang kalah tidak perlu putus asa.

Pesan yang ke tiga adalah agar kita turut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Saat kita menang memang sangat wajar kalau kita senang dan bangga. Kesenangan dan kebanggaan tersebut sangat wajar pula apabila kita rayakan dan kita nikmati. Sah sah saja kalau kita merayakan kesuksesan kita (celebrating success). Tetapi harus diingat, dipihak lain lawan kita sedang merasakan sebaliknya. Sebagai manusia kita harus toleran, harus mau memahami perasaan orang lain. Apalagi kalau apa yang dirasakan orang lain tersebut posisinya berkebalikan dari apa yang kita rasakan, sedangkan hal tersebut dalam satu paket persaingan yang sedang kita lakukan.

Pesan yang ke empat adalah agar kita terlatih dan terbiasa membesarkan hati orang lain saat mereka kalah, meskipun itu musuh atau kompetitor. Apa untungnya? Kalau mereka musuh dan kemudian kita besarkan hatinya, ada kemungkinan mereka luluh dan kemudian beralih dari musuh menjadi teman. Siapa tahu? Kalaupun mereka tetap mengambil posisi sebagai musuh, setidak-tidaknya kita sudah pernah menunjukkan kebesaran hati kita dengan tetap membesarkan hati mereka. Jadi posisi kita akan tetap sebagai pemenang. Bukannya begitu?

Pesan yang ke lima adalah agar kita memilih menjadi orang yang “baik”. Ingat, seorang pemenang yang baik adalah orang “baik” yang menang. Bukan sekedar orang yang menang dengan baik! Ini berkaitan dengan menghargai diri sendiri. Ini merupakan suatu ketetapan hati bahwa kita bukan pecundang. (inspired from : www.pembelajar.com/menjadi-pemenang-sejati-local-wisdom-9)

Kemangan suara Tatto-Edi, mudah-mudahan tanpa menghinakan Novita-Muslich, Fran Lukman, beserta Partai dan tim pendukungnya, karena kalaupun mereka semua “dikalahkan”, namun tetap dengan cara-cara yang elegan, baik, jujur, fairness, dan menjunjung tinggi martabat masing-masing. Kemenangan dan kekalahan yang diperoleh dengan sportifitas, justru makin membuat jiwakita besar, makin gagah, hingga sedikitpun tak ada kehinaan yang didapat, dan itulah yang dalam beberapa kesempatan didengang-dengungkan Fran Lukman dalam kampanye, bahwa NOVITA-MUSLICH SUDAH SIAP MENANG, DAN SANGAT SIAP KALAH..

Kemenangan tetap didapat, tapi tidak ada pihak yang diasorake, dihinakan.. Semoga.

Ditulis oleh Taufick Hidayatulloh
Penulis adalah mantan Ketua KPU Cilacap periode 2004-2009



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Comments 

 
0 #10 numpang nambah 2012-10-04 04:44
selamat pak...
minta tlong pak sejahterakan rakyat dan jadi pimpinan yg adil.
Quote
 
 
+1 #9 pengobatan semakin mahal 2012-09-23 18:00
selamat,..pak tatto,.semoga Cilacap tambah sejahtera,..saya minta peninjauan para dokter di Cilacap yang menurut saya di luar kewajaran bisnis tarif yang sangat mahal. Perlu di tegur pak,kalau perlu ganti dokter yang punya hati nurani,masa cuma nyudat wudun saja minta 5 juta,..gendeng dokter gatot,.saya yang pernah kena wudun pak di mintai segitu,buseeet, ini dokter apa bajingan bon baru
Quote
 
 
0 #8 Melu Seneng 2012-09-18 19:05
Sebagai orang asli Majenang yg di perantau ikut bangga Bupati Cilacap berasal dari Majenang. Semoga Cilcap makin jaya dan maju.

Dan Pembangunan merata di seluruh Kabupaten Cilacap. Khususnya Cilacap bagian barat perlu di perhatikan lagi untuk pembangunannya. Dan saya harap pembanguan jembatan Cicalu yg selama ini terbengkelai semoga cepat di selesaikan. Karena sangat membantu perekonomian di Majenang.

Selamat Buat Bapak Toto Pamuji atas terpilihnya sebagai Bupati Cilacap.
Quote
 
 
0 #7 Rakyat Cilacap Sudah Cerdas DanTiten. 2012-09-15 23:39
Dukungan Partai Politik secara resmi di Dewan Perwakilan Rakyat kepada kontestan no 1 sangat besar yaitu 66%. Tetapi kenapa dilapangan perolehan suaranya kalah?
Artinya suara perwakilan yang di DPR tidak mencerminkan suara rakyat yang sesungguhnya.

Rakyat Cilacap membuat analisanya sendiri untuk menentukan pilihannya dengan melihat dan niteni reputasi dari para kandidat. Rakyat juga membuat prediksi apa yang akan dilakukan oleh kandidat yang dipilihnya apabila menang dalam pemilihan dan menjadi Pemimpin Cilacap.
Artinya rakyat Cilacap. sudah cerdas.

Hendaknya pilbup ini menjadi momentum untuk membuka hati para perwakilan di DPR untuk menyuarakan yang selaras dengan suara rakyat.
Alangkah indahnya
Quote
 
 
+1 #6 Selamat atas kemenangannya 2012-09-15 01:23
Selamat utk pemenangnya, semoga menjadi pemimpin yg mementingkan kepentingan rakyatnya diatas kpentingan yg lain.
Lahan pekerjaan adalah kemakmuran rakyat. jika SDM kurang bermutu, mutukanlah SDM itu (sekolah gratis / magang / yg lainnya).

Cilacap due kebun aspal sing terkenal sedunia, tp jian tesih akeh dalan utama sing pd bolong. Trutama area pinggiran.pdahal mrupakan jalur fital.,[rakyate arep makmur kepiwe?w0ng dalane kena go ngingu iwak(utara ke selatan)].

From: yg n0blos pemenangnya.
Quote
 

Posting komentar anda