Nov
21
2014
Today

Cuaca Cilacap 3-9-2014

Cerah
Suhu : 22-280C
Angin : 5-27 km/jam
Cuaca Maritim KLIK Disini

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Penambangan Pasir Besi Di Sepanjang Pantai Timur Cilacap Meresahkan
Oleh Wagino   
Senin, 09 Mei 2011 18:54

ADIPALA, (CIMED) - Kegiatan penambangan pasir besi di sepanjang pantai Cilacap bagian Timur, yang membentang dari pantai Bunton hingga Welahan Wetan, Kecamatan Adipala dinilai sudah sangat meresahkan, karena telah merusak kawasan pantai, terutama kawasan hutan pantai yang dibangun sebagai pelindung dari bahaya tsunami, angin dan bencana lainnya.

Pantauan CILACAPMEDIA.com sejumlah tanaman seperti jenis nyamplung, ketapang, pinus dan kelapa yang tumbuh di kawasan hutan pantai itu, mengalami rusak-rusak dan banyak pula yang roboh karena tanah di sekilingnya dikeruk.

Akibat lain dari kegiatan penambangan itu, permukaan tanah di wilayah itu menjadi lebih rendah dibanding permukaan air laut, karena galian bekas penambangan pasir itu dibiarkan menganga.

“Kami kira penambangan pasir besi di sepanjang pantai sudah menyalahi aturan, karena seharusnya jarak areal yang ditambang dari bibir pantai maksimal 200 meter, namun kenyataannya, jaraknya sudah melebihi batas yang ditentukan,” ujar Warjo (40) warga Desa Glempang Pasir Kecamatan Adipala, belum lama ini.

Menurutnya, ada kemungkinan para penambang yang beroperasi di wilayah itu sebagiannya tidak berizin resmi, kendati mereka sudah beroperasi sejak Januari lalu. Di wilayah tersebut diketahui ada belasan kelompok penambang, dengan masing-masing kelompok itu mempekerja minimal 300 buruh tambang.

Secara terpisah Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sujiman kepada wartawan membenarkan, rusaknya sebagian kawasan hutan di pantai Selatan Cilacap akibat adanya penambangan pasir besi.

“Yang rusak itu sebagian besar tanaman tahun 2007,” ujarnya tanpa menyebutkan berapa jumlah tanaman yang rusak.

Dijelaskannya pembuatan kawasan hutan pantai dibangun dengan maksud sebagai mitigasi bencana.

Lebih lanjut Sujiman mengatakan, terkait masalah tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kodim 0703 Cilacap, Satpol Pamong Praja (PP), Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Sumber Daya Mineral dan Badan Lingkugnan Hidup (BLH) Cilacap untuk menangani masalah tersebut. Karena penambangan itu sudah sewaktunya ditertibkan.

Menurutnya, keberadaan kawasan hutan pantai tersebut tidak hanya berfungsi sebagai mitigasi bencana, namun berfungsi pula menghijaukan kawasan pantai tersebut menjadi tidak gersang.

"Kalau kenyataannya kawasan hutan pantai itu sudah rusak-rusak itu sangat disayangkan,” pungkasnya.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Comments 

 
0 #1 perlu tindakan nyata 2011-11-18 01:35
perlu tindakan konkret dari pemerintah kab. cilacap terhadap rusaknya tanaman pantai akibat adanya penembangan pasir besi itu. jgn cuma terima fee, gratifikasi, atau upetinya saja. banyak PT yang ngawur, krn asal nambang aja, tanpa mikir resikonya bagi penduduk sekitar. lihat pantai Bunton...bibir pantai aja ditambang...sama aja ngundang "tsunami".
Quote
 

Posting komentar anda