|
Pipa Transfer Milik Pertamina Bocor? |
|
Oleh Wagino
|
|
Jumat, 20 Januari 2012 21:57 |
|
CILACAP, (CIMED) – Salah satu pipa transfer milik PT. Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap yang menghubungkan kilang Lomanis ke Area 70, Jum’at (20/1/2012) bocor. Kebocoran diduga akibat korosi pada pipa yang dibangun sekitar tahun 1976.
Lokasi bocornya pipa sekitar 300 meter berada di sebelah Timur Jalan Dr. Soetomo, persis ditengah-tengah sawah. Menurut keterangan pihak Pertamina peristiwa itu diketahui sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian pipa langsung diisolasi dan dibersihkan.
Kendati demikian Publik Relation Section Head Pertamina RU IV Cilacap, Ruseno enggan menyebut kejadian ini sebagai kebocoran.
“Saya tidak mengatakan ini kebocoran ya, karena kecil. Saya lebih cenderung mengatakan ini adalah rembesan,” ujar Ruseno kepada wartawan di lokasi bocornya pipa.
Dijelaskan, rembesan itu berupa minyak jenis IFO (Industrial Fuel Oil) atau minyak berat yang ada di dalam pipa dengan diameter 24 inchi.
“Ini minyak jadi untuk industri. Hasil produk dari kilang ditransfer ke area dermaga 70 melalui pipa,” jelasnya.
Ditanya mengenai penyebab minyak merembes, Ruseno mengatakan akibat usia pipa yang tua, pipa tersebut diperasikan sejak 1976.
“Sebetulnya ini sudah dalam perencanaan penggantian. Rencananya keep of meeting untuk penggantian ini pada bulan maret. Jadi sebenarnya sudah hampir kita mulai,” ungkapnya.
Sedangkan langkah yang diambil Pertamina, lanjut dia, mengisolir pipa dan perbaikan-perbaikan yang dimulai dengan menggali tanah di lokasi rembesan minyak. Penggalian direncanakan hingga kedalaman mencapai dua meter. Sedangkan proses perbaikan direncanakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
“Tapi kita harapkan selesai lebih cepat. Dan sebagai catatan, peristiwa ini tidak menimbulkan gangguan operasional,” tandasnya.
Ia juga memastikan hingga saat ini tidak ada gangguan atau berdampak pada lingkungan di sekitar rembesan pipa karena jauh dari pemukiman dan jalan.
Pantauan CILACAPMEDIA.com, Jum’at (20/1/2012) sore, dilokasi rembesan minyak sudah didirikan tenda berukuran besar dan digaris pembatas. Lokasi rembesan digali secara manual menggunakan singkup dan cangkul membentuk lubang. Sementara minyak yang merembes ke tanah tampak berwarna hitam.
Kejadian rembesan minyak pada pipa transfer sepanjang 7 kilometer tersebut bukan kali ini saja, sebelumnya pada bulan Pebruari 2008 juga terjadi peristiwa serupa. Lokasi berada di kanan kiri Jalan Gatot Subroto.
|