|
Warga Dua Desa Di Adipala Kembali Bentrok |
|
Oleh Wagino
|
|
Kamis, 16 Pebruari 2012 00:20 |
|
ADIPALA, (CIMED) – Meski sebelumnya sepakat berdamai, namun warga dua desa di Kecamatan Adipala kembali bentrok, Rabu (15/2/2012) malam. Bentrokan dipicu kedua belah pihak merasa belum puas jika pelaku pengrusakan sebelumnya tidak ditangkap. Perang batu pun tak terhindarkan.
Bentrokan Rabu malam tadi melibatkan warga Desa Adipala dan Wlahar. Kedua kelompok warga terlibat bentrok di perbatasan kedua desa tersebut yang dipisahkan oleh jembatan kecil. Dengan mebawa senjata batu dan botol mereka saling serang.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun CILACAPMEDIA.com, kedua kelompok warga yang berjumlah ratusan itu terlibat bentrok sejak pukul 20.00 WIB. Tidak diketahui kelompok mana yang lebih dahulu memulai. Namun yang pasti buntut dari bentrokan yang terjadi pada Jum’at (10/2/2012) lalu. Meski kerusakan akibat bentrokan sebelumnya sudah diperbaiki, namun masing-masing pihak menuntut agar pelakunya ditangkap.
Puluhan aparat gabungan Polsek Adipala, Maos dan Kroya dibantu dua peleton personel Dalmas Polres Cilacap langsung diterjunkan untuk melerai kedua kelompok warga yang bentrok.
Saat tiba di lokasi bentrokan, polisi langsung memblokir jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut. Warga juga diminta kembali ke rumah masing-masing. Setelah berhasil melerai, polisi menyisir jalan di lokasi bentrokan untuk mengamankan keadaan.
Hingga berita ini diturunkan, ditengah guyuran hujan lebat puluhan polisi masih berjaga-jaga di perbatasan kedua desa tersebut. Belum diketahui secara pasti apakah ada korban luka dalam bentrokan tersebut.
Sebelumnya, bentrokan pertama terjadi pada Jum’at (10/2/2012) malam. Bentrokan dipicu setelah pada Jum’at sore Burhan (16), warga RT 02 /RW 04 Desa Wlahar yang tengah melintas di Jalan Wiling dengan mengendarai sepeda motor dicegat oleh sekelompok pemuda asal Desa Adipala. Salah satu dari pemuda tersebut kemudian pura-pura mboceng Burhan. Setelah mengetahui yang diboncengi ternyata berasal dari Wlahar, salah satu pemuda Adipala tersebut kemudian menarik baju dan memukul Burhan.
Lantaran ketakutan Burhan pun lari, sementara sepeda motor miliknya ditinggal begitu saja. Tak ayal, sepeda motor Burhan menjadi pelampiasan sekelompok pemuda Adipala yang berjumlah lebih dari 10 orang itu hingga rusak parah.
Mengetahui kejadian tersebut, pada Jum’at malam warga Dusun Silangsur, Desa Wlahar berniat melakukan pembalasan. Tak mau kecolongan, warga Adipala pun bersiap menghadapi serangan dengan persenjataan batu dan botol. Pada pukul 22.00 WIB kedua kelompok saling berhadapan di perbatasan desa, akhirnya bentrokan pun pecah.
Bentrokan kedua kelompok warga desa tersebut berhasil dilerai pukul 24.00 WIB. Aparat kepolisian kemudian memediasi kedua kelompok dengan memanggil perangkat desa masing-masing untuk berdamai.
|