|
Sakit, Empat Imigran Srilanka Dirawat Di RSUD Cilacap |
|
Oleh Wagino
|
|
Jumat, 01 Pebruari 2013 09:12 |
|
CILACAP, (CIMED) - Sebanyak empat orang imigran asal Srilanka harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Hal itu akibat mengalami mengalami dehidrasi dan gejala tifus.
Sebelumnya, dua imigran langsung dilarikan ke RSUD Cilacap setelah dievakuasi dari lokasi terdamparnya kapal di Nusakambangan, Selasa dini hari lalu. Sithy Safeekaabdul Jabar (30) dan Ahmad Fatheen (4) yang merupakan ibu dan anak telah menjalani perawatan dan ditunggui oleh suaminya Ahmad Rispiyan (33).
"Namun, Kamis kemarin, Ahmad Rispiyan tiba-tiba jatuh pingsan yang membuatnya juga harus dirawat di rumah sakit umum bersama anak dan istrinya," ujar Kepala Seksi Pengawas dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Cilacap Edi Rohaedi, Jum'at (1/2/2013).
Satu orang imigran lagi pada Jum'at (1/2/2013) pagi harus dilarikan ke RSUD dan menjalani perawatan karena menderita gejala tifus dan dehidrasi. Awalnya, imigran asal Srilanka tersebut mengeluh sakit perut sehingga dibawa ke tempat praktik dokter umum.
Namun berdasarkan pemeriksaan, imigran tersebut mengalami dehidrasi dan gejala tifus yang mengharuskannya mendapatkan cairan dalam jumlah banyak, sehingga pihak Imigrasi memutuskan untuk menjalani rawat inap.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah kapal yang mengangkut 25 imigran mengalami kecelakaan laut di perairan selatan Pulau Nusakambangan dalam perjalanan menuju Pulau Kokos, Australia. Selanjutnya, seluruh imigran tersebut dievakuasi oleh petugas gabungan dari Cilacap.
Sebelum mengalami kecelakaan, mesin kapal yang terbuat dari fiber tersebut mati sehingga kapal terombang-ambing selama kurang lebih satu bulan di Samudera Hindia. Saat kejadian, seorang imigran, Tangeswaran (36) diketahui menceburkan diri ke laut dan akhirnya hilang. Hingga kini, Tangeswaran masih belum dapat ditemukan. Sementara petugas dari Basarnas Pos SAR Cilacap masih melakukan pencarian
|